Cobaan
~Ibnul Qayyim, Shaidul Khatir~
Cobaan terberat seseorang adalah jika ia tak merasa dirinya sedang mendapatkan cobaan, terlebih lagi jika ia sangat bergembira dengan cobaan itu. Cobaan pertama adalah berpaling dari kebenaran akibat kesibukannya dengan sesama makhluk. Adapun cobaan yang paling ringan bagi mereka adalah hilangnya kenikmatan dalam bermunajat dan kelezatan beribadah, kecuali bagi para lelaki dan wanita yang benar-benar beriman, mereka tidak merasakan hal-hal tersebut. Allah menjaga mereka. Keadaan batin mereka seperti lahirnya, bahkan lebih jernih lagi. Apa yang tersembunyi dari diri mereka tidak berbeda dari penampakan mereka, bahkan lebih indah lagi. Semangat mereka pun tinggi laksana bintang, bahkan jauh lebih tinggi.
Jika dikenal mereka menutupi diri mereka. Jika tampak kemuliaan mereka, malah mengingkarinya. Ketika manusia hanyut dalam kelalaiannya, mereka justru larut dalam kesadaran dan perenungannya. Mereka dicintai ole setiap jengkal bumi ini, sedang malaikat-malaikat langit membanggakannya. Kita memohonkan taufik Allah bagi para pengikut mereka, sambil kita memohon kepada Allah agar bisa mengikuti jejaknya.
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Juli 2006 (8)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS