Kamis, 2 Desember 2010, yang lalu, Prof Enoch-dosen kepemimpinan PKN V-mengundang Prof Sri-Edi Swasono menjadi dosen tamu. Banyak hal yang Prof Sri-Edi sampaikan, in fact, sebagian besarnya membangkitkan “kegundahan” tentang nasib bangsa dan negara ini, terutama karena permasalahan krisis kepemimpinan.
Salah satu yang beliau sampaikan adalah ciri dan watak pemimpin dalam perspektif tradisional-kultural Indonesia, yaitu Hasta Brata (matahari, bulan, bintang, angin, air, samudera, bumi, dan api).
1. Matahari (enabling leader): sifat pemimpin yang memberikan transparasi, energi hidup dan penerangan, memberikan pencerahan dan kecerdasan hidup, memberdayakan atau memberikan pemberdayaan, keteraturan dan ketegasan tanpa ragu.
2. Bulan (team building leader): sifat harmoni, menumbuhkan kerukunan dan kerjasama, memberikan ketentraman batin, ketenangan dan keindahan paripurna.
3. Bintang (visioning dan master leader): mampu menegaskan visi dan misi menuju ke mana rakyat dibawa.
4. Udara (soul-mate leader): kepemimpinan harus selalu dapat dirasakan keberadaannya, rasa vakum kepemimpinan menumbuhkan gundah gulana, dan kehadirannya kembali mengisi kekosongan dan kerinduan.
5. Air (democratic leader): sifat adil, tidak cenderung ke sisi tertentu.
6. Samudera (creative, wise, and decisive leader): sifat ketangguhan, tidak surut bila ditimba dan tidak meluap bila diguyur, bergelora menjaga martabat.
7. Bumi (prosperity leader): sifat ketiadaan dendam, pemaaf, mengabdi (servant leader).
8. Api (justice and lawful leader): sifat keadilan, mampu menghukum tanpa pandang bulu.
